|
Dikirim oleh Administrator
|
|
Rabu, 26 Agustus 2009 09:28 |
|
BENGKAYANG- Kapolres Bengkayang, Ajun Komisaris Besar Polisi Mosyan Nimitch mengatakan, penyelundupan gula dari daerah perbatasan Malaysia-Indonesia, sering mengatasnamakan masyarakat perbatasan. Masyarakat perbatasan dijadikan kambinghitam setelah mereka tertangkap. Padahal, menurut Mosyan yang belum sepekan bertugas di Kabupaten Bengkayang ini, masyarakat perbatasan tak tahu menahu. “Gula masuk ke Indonesia (perbatasan) itu ada dua. Pertama, memang gula itu legal sesuai perjanjian sosek malindo. Masyarakat perbatasan berhak membeli gula dan kebutuhan lainnya yang tak boleh melebihi sesuai aturan. Kedua, gula masuk dengan cara illegal. Mereka melakukan penyelundupan. Hal inilah yang kita tangkap. Setelah mereka tertangkap terus mengatasnamakan masyarakat, bahwa gula tersebut dibeli dari masyarakat perbatasan.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Dikirim oleh Administrator
|
|
Rabu, 26 Agustus 2009 09:20 |
|

BENGKAYANG - Petugas kepolisian resor Bengkayang, Sabtu (22/8) sekitar pukul 17.00 mengamankan 287 karung gula pasir di kawasan Jagoi Babang, perbatasan Malaysia-Indonesia. Setiap karung gula beratnya masing-masing 50 kg, jadi totalnya mencapai 14,3 ton. 287 karung gula pasir diamankan petugas dari lokasi yang berbeda dan kepemilikan yang berbeda pula. Bisa dibayangkan berapa keuntungan dari para pengusaha yang memasukan gula secara ilegal. Untuk saat bulan puasa, harga gula di pasaran mencapai Rp11 ribu untuk setiap kilonya.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Dikirim oleh Administrator
|
|
Sabtu, 15 Agustus 2009 17:24 |
|

DINAS Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Barat sudah menyiapkan sebuah website atau situs internet yang khusus untuk menyebarluaskan informasi tentang objek-objek wisata yang ada di daerah ini ke seluruh dunia. Walaupun belum diluncurkan secara resmi, saat ini situs tersebut sudah dapat diakses secara luas oleh masyarakat. “Situs ini kita buat bekerjasama dengan Pontianak Post sebagai salah satu upaya untuk mendukung program Tahun Kunjungan Kalbar 2010. Peluncuran situs secara resmi sedang dalam tahap persiapan,” kata Kepala Disbudpar Kalbar, Kamaruzzaman, kemarin di ruang kerjanya. Adapun situs tersebut yakni http://kalbar.net/pariwisata. Beragam informasi bisa diakses melalui situs ini.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Dikirim oleh Administrator
|
|
Sabtu, 15 Agustus 2009 16:47 |
|

Opelet Sungai Raya mulai menikmati terminal baru. Suasana masih sepi, sementara calon penumpang banyak yang naik di luar terminal.
Sumber: MUJADI/PONTIANAK POST
|
|
Dikirim oleh Administrator
|
|
Sabtu, 15 Agustus 2009 16:42 |
|

PONTIANAK – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia secara serentak di seluruh provinsi melakukan pengauditan tertentu terhadap dana bantuan biaya operasional sekolah. Khusus di Kalimantan Barat, BPK menemukan penyalahgunaan dana itu di Dinas Pendidikan Kalbar sebesar Rp1,5 miliar, di Pemerintah Kota Pontianak senilai Rp2,48 miliar dan Kabupaten Pontianak mencapai Rp156 juta.Kepala BPK Perwakilan Kalbar Mudjijono beberapa waktu lalu di Pontianak mengatakan pemerintah pusat tahun 2007 mengalokasikan dana BOS sebesar Rp300 miliar. Menurutnya, pada semester dua 2007, BPK seluruh Indonesia memeriksa serempak untuk 150 sampel baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 31 32 33 Selanjutnya > Akhir >>
|
|
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL |