| CATATAN PERJALANAN PEMENANG HADIAH KUIS TIKER PP JAKARTA-SINGAPURA |
|
|
|
| Dikirim oleh Administrator |
| Sabtu, 26 Juni 2010 09:11 |
|
Sampai di Singpura mereka disambut oleh Sdr. Budianto di bandara Changi dan dibawa menuju ke rumahnya yang merupakan tempat akomodasi mereka selama di Singapura. Setelah melepaskan lelah sebentar merekapun dijamu makan siang di Hongkong Cafe Restaurant yang terletak di Bukit Panjang Plaza, yang jaraknya hanya puluhan meter dari tempat akomodasi. Makan siang memang agak telat sekitar jam 3 sore, sehingga porsi makanpun lebih banyak. Untung makanan cocok bagi mereka sehingga tidak masalah. Setelah makan mereka berkeliling di dalam plaza sekedar melihat-lihat sekaligus menurunkan berat nasi yang tadi mereka makan. Malam mereka diantar untuk melihat kondisi disekitar tempat akomodasi mereka dan belanja di Sheng Siong Supermarket yang letaknya juga puluhan meter saja. Selanjutnya dilewati dengan game komputer sampai jam 3 pagi.
Keesokan hari mereka diantar jalan-jalan mengelilingi pusat kota Singapura dimulai dari Scotts Road, sepanjang Orchard Road sampai ke Istana Presiden. Sepanjang jalan tersebut kira-kira 3km merupakan surga belanja dan kami lewati dengan terseok-seok dan menyempatkan diri berfoto ria. Akhirnya perjalanan kaki kami berakhir di Plaza Singapura dan kami makan siang bersama di sebuah restaurant ala Jawa Timur di samping Plaza Singapura.
Siang itu turun hujan cukup deras sehingga perjalanan berikutnya sempat tertunda sebentar. Selanjutnya mereka diantar naik kereta bawah tanah MRT dari Plaza Singapura ke Bugis via City Hall. Tujuan kami adalah membeli souvenir-souvenir khas Singapura di sepanjang Bugis Village. Karna masih hujan kami keliling di dalam kompleks Bugis Junction, salah satu mall besar di pusat kota. Tampaknya tamu kita ini memborong souvenir-souvenir dari gantungan kunci, kaos, patung sampai anting-anting. Kamipun akhirnya beristirahat di sebuah kedai minuman, namun tak disangka ternyata Sdr. Kim Choi Bun dan Sdr. Tjen Khiong Lay kembali ke Bugis Village dan borong souvenir lebih banyak lagi. Jadi jangan lupa yah nanti tagih mereka hahaha... Saat mereka memborong, Ricco dan Aci diantar ke Sim Lim Square, pusat elektronik dan komputer di Singapura. Kami kembali bertemu di kedai minuman dan menyempatkan diri ke sebuah vihara terbesar yang letaknya tidak jauh dari situ untuk berdoa dan memberikan sedikit sumbangan.
Dari situ kami jalan menuju North Bridge Road menuju Tai Shing Corporation, distributor mainan terbesar terutama mainan buatan Jepang, dan mainan segala jenis remote control dari motor, mobil, pesawat, kapal perang, kapal selam, kapal jetbout, dll, serta model-model kapal terbang.
Malam itu kami tidak bisa banyak melakukan apa-apa selain tidur kecapekan.
Keesokan harinya kamipun siap-siap untuk menuju Pulau Sentosa dan tentunya tujuan utamanya adalah ingin melongok Kasino disana. Sebelum memasuki Pulau Sentosa kami makan siang di food court sebelah terminal Harbour Front. Murah meriah dan cocok pula. Pertama-tama kami mencoba Segway dan foto bersama, dilanjutkan ke Merlion. Di Merlion kami cukup lama, selain foto-foto dan beli souvenir, kaki kami yang sudah capek tidak bisa diajak kompromi, sehingga beberapa kali berhenti duduk dan minum di Delifrance Cafe.
Dari Merlion kami menuju pantai Palawan Beach dan pantai Siloso Beach, jalan sepanjang pasir pantai dan berhenti di Wave House Singapore untuk melihat permainan baru yaitu surfing di sebuah kolam buatan. Ada 2 kolam surfing, yang 1 cocok untuk semua umur hanya arus lurus saja, kami melihat 2 anak usia dibawah 10 tahun asik berselancar ditemani oleh instruktur. Sedangkan kolam satu lagi lebih cocok bagi yang suka tantangan, dimana arus yang terbentuk berupa gelombang besar dan membentuk huruf O, peselancar bisa masuk ke tengah-tengah arus O tersebut seperti halnya peselancar profesional yang biasa kita lihat di TV.
Akhirnya kami menuju tujuan utama yaitu Resort World Sentosa, kasino yang baru-baru ini dibuka di Singapura. Di dalam kompleks Resort World Sentosa kami berfoto-foto ria dari ujung ke ujung, dari patung The Thinker sampai Universal Studio. Sayangnya kami tidak bisa masuk ke Universal Studio karna tiket untuk hari itu sudah habis terjual.
Kami akhirnya menuju ke lantai bawah dimana kasino itu berada. Hanya 2 jam saja di dalam kasino, selanjutnya di luar kasino kami berfoto-foto lagi, berkenalan dengan 2 cewek sexy dan foto bareng, minta foto dengan 3 entertainer yang memakai baju aneh didepan gawang bola buatan. Perjalanan kami berakhir malam itu di Pulau Sentosa dan kembali ke tempat akomodasi untuk makan malam, ehhh... cuma pop mie aja hahaha karena rencana kami adalah makan malam di Clarke Quay. Setelah istirahat, makan mie, mandi, kami berangkat menuju Boat Quay. Sepanjang lorong di Boat Quay hanya terdapat restaurant dan bar, kami lanjutkan menuju Clarke Quay yang lebih wah lagi. Berhenti sebentar dan duduk dipinggir sungai untuk menyaksikan The Reverse Bungy dan Giant Swing. The Reverse Bungy adalah permainan dimana 2-3 orang duduk di kursi yang terikat tali bungy (seperti karet bisa mulur), kemudian kursi itu akan ditarik dan dilempar ke langit setinggi ratusan meter dengan cepat. Kursi tersebut akan putar bolak balik diatas langit, coba bayangkan gimana seremnya. Sedangkan Giant Swing lebih menakutkan lagi dimana sebuah kursi yang bisa diduduki oleh 10 orang akan diangkat ke samping ratusan meter tingginya. Kemudian dari puncak ketinggian itu, kursi akan dilepaskan sehingga seperti dilempar dari samping kiri ke samping kanan. Yang lebih menakutkan adalah penumpang di kursi tersebut menghadap bawah, sehingga seperti jatuh bebas saja. Kami yang cuma melihat saja sudah ikut takut ketika kursi tersebut dilempar.
Dari situ kami memilih makan malam hmmm makan malam jam 10-an di restaurant Thailand, Renn Thai. Setelah makan kami berputar di komplek Clarke Quay yang penuh dengan restaurant, bar dan diskotik. Kami mampir di China One bar untuk sekedar minum saja. Sebelum pulang kami sempat lagi menyaksikan The Reverse Bungy dari jarak yang dekat dan merasakan betapa takutnya penumpang di kursi itu dari teriakan dan jeritannya. Kami sampai rumah sudah sekitar jam 2 pagi.
Di hari terakhir Sdr. Tjen Khiong Lay bermaksud membeli koper kecil karena souvenir-souvenir nya sudah tidak muat di koper mereka semua. Mampir di NTUC Fair Price supermarket, kembali mereka memborong makanan kecil untuk oleh-oleh. Koper yang dicari tidak ada karena kebesaran, akhirnya oleh-oleh mereka isi ke dalam 2 buah dus. Akhirnya perjalanan mereka berakhir sore itu, setelah mengurus boarding pass di airport Changi mereka langsung menuju ke imigrasi dan ........ shopping mereka belum berakhir. Cerutu, rokok dan minuman bebas pajak sudah jadi incaran mereka. Selamat jalan dan terima kasih buat semuanya, semoga kita bisa berjumpa lagi dalam waktu dekat dan mengulang kegembiraan ini bersama lagi.
komentar (10)
Sorry, hanya member yang bisa memberi komentar!
Joomla components by Compojoom
|
| Last Updated on Sabtu, 26 Juni 2010 13:29 |











no comment ah, ahahaha soalnya gua dicurigai ama ricco ahahah