Sponsor Premium

benua_jaya.jpg

USD Login

Indonesian Chinese (Simplified) Chinese (Traditional) English Japanese Korean


Designed by:

CATATAN PERJALANAN PEMENANG HADIAH KUIS TIKER PP JAKARTA-SINGAPURA PDF Print E-mail
Dikirim oleh Administrator   
Sabtu, 26 Juni 2010 09:11

4sekawanPemenang kontes game berhadiah tiket pesawat PP Jakarta-Singapura yang diselenggarakan dalam rangka Hari Raya Imlek beberapa waktu yang lalu, Sdr. Ricco Susandi akhirnya mengambil kesempatan pada liburan untuk berangkat dan menikmati kota Singapura. Hadiah berupa 2 tiket PP Jakarta-Singapura diserahkan kepada Sdr. Ricco Susandi pada tanggal 19-06-2010 dan bersama sdr. Tjie Piau Bun (Aci) serta ditemani oleh Sdr. Kim Choi Bun dan Sdr. Tjen Khiong Lay mereka berangkat ke Singapura pada hari Selasa, 22-06-2010.

 

Sampai di Singpura mereka disambut oleh Sdr. Budianto di bandara Changi dan dibawa menuju ke rumahnya yang merupakan tempat akomodasi mereka selama di Singapura. Setelah melepaskan lelah sebentar merekapun dijamu makan siang di Hongkong Cafe Restaurant yang terletak di Bukit Panjang Plaza, yang jaraknya hanya puluhan meter dari tempat akomodasi. Makan siang memang agak telat sekitar jam 3 sore, sehingga porsi makanpun lebih banyak. Untung makanan cocok bagi mereka sehingga tidak masalah. Setelah makan mereka berkeliling di dalam plaza sekedar melihat-lihat sekaligus menurunkan berat nasi yang tadi mereka makan.

Malam mereka diantar untuk melihat kondisi disekitar tempat akomodasi mereka dan belanja di Sheng Siong Supermarket yang letaknya juga puluhan meter saja. Selanjutnya dilewati dengan game komputer sampai jam 3 pagi.

 

Ricco_Susandi

Tjie_Piau_BunTjen_Khiong_Lay

 

 

 

 

 

 

Keesokan hari mereka diantar jalan-jalan mengelilingi pusat kota Singapura dimulai dari Scotts Road, sepanjang Orchard Road sampai ke Istana Presiden. Sepanjang jalan tersebut kira-kira 3km merupakan surga belanja dan kami lewati dengan terseok-seok dan menyempatkan diri berfoto ria. Akhirnya perjalanan kaki kami berakhir di Plaza Singapura dan kami makan siang bersama di sebuah restaurant ala Jawa Timur di samping Plaza Singapura.

Kim_Choi_Bunsama2bugis1

 

 

 

 

 

 

Siang itu turun hujan cukup deras sehingga perjalanan berikutnya sempat tertunda sebentar. Selanjutnya mereka diantar naik kereta bawah tanah MRT dari Plaza Singapura ke Bugis via City Hall. Tujuan kami adalah membeli souvenir-souvenir khas Singapura di sepanjang Bugis Village. Karna masih hujan kami keliling di dalam kompleks Bugis Junction, salah satu mall besar di pusat kota. Tampaknya tamu kita ini memborong souvenir-souvenir dari gantungan kunci, kaos, patung sampai anting-anting. Kamipun akhirnya beristirahat di sebuah kedai minuman, namun tak disangka ternyata Sdr. Kim Choi Bun dan Sdr. Tjen Khiong Lay kembali ke Bugis Village dan borong souvenir lebih banyak lagi. Jadi jangan lupa yah nanti tagih mereka hahaha... Saat mereka memborong, Ricco dan Aci diantar ke Sim Lim Square, pusat elektronik dan komputer di Singapura. Kami kembali bertemu di kedai minuman dan menyempatkan diri ke sebuah vihara terbesar yang letaknya tidak jauh dari situ untuk berdoa dan memberikan sedikit sumbangan.

bugis2bugis3bugis4

 

 

 

 

 

 

Dari situ kami jalan menuju North Bridge Road menuju Tai Shing Corporation, distributor mainan terbesar terutama mainan buatan Jepang, dan mainan segala jenis remote control dari motor, mobil, pesawat, kapal perang, kapal selam, kapal jetbout, dll, serta model-model kapal terbang.


Kaki kami sudah tidak bisa diajak kompromi lagi, kamipun naik bis menuju Clementi, tujuan terakhir hari ini. Di Clementi Ricco menyempatkan beli kaos Giordano dan makan malam bersama. Hmmm kali ini menunya cukup fantastik dari kangkung belaca, cumi panggang dan ........ Chili Crab (kepiting). Selain enak dan ditambah lapar, tanpa terasa kami order nasi 3 lagi... hanya Tjen Khiong Lay yang makannya paling sedikit, diet katanya hahahah....

 

Malam itu kami tidak bisa banyak melakukan apa-apa selain tidur kecapekan.

 

Keesokan harinya kamipun siap-siap untuk menuju Pulau Sentosa dan tentunya tujuan utamanya adalah ingin melongok Kasino disana. Sebelum memasuki Pulau Sentosa kami makan siang di food court sebelah terminal Harbour Front. Murah meriah dan cocok pula.

Pertama-tama kami mencoba Segway dan foto bersama, dilanjutkan ke Merlion. Di Merlion kami cukup lama, selain foto-foto dan beli souvenir, kaki kami yang sudah capek tidak bisa diajak kompromi, sehingga beberapa kali berhenti duduk dan minum di Delifrance Cafe. 

 

merlion1

merlion2merlion3merlion4

 

Dari Merlion kami menuju pantai Palawan Beach dan pantai Siloso Beach, jalan sepanjang pasir pantai dan berhenti di Wave House Singapore untuk melihat permainan baru yaitu surfing di sebuah kolam buatan. Ada 2 kolam surfing, yang 1 cocok untuk semua umur hanya arus lurus saja, kami melihat 2 anak usia dibawah 10 tahun asik berselancar ditemani oleh instruktur. Sedangkan kolam satu lagi lebih cocok bagi yang suka tantangan, dimana arus yang terbentuk berupa gelombang besar dan membentuk huruf O, peselancar bisa masuk ke tengah-tengah arus O tersebut seperti halnya peselancar profesional yang biasa kita lihat di TV.

 

sentosa1sentosa2sentosa3

 

 

 

 

 

 

Akhirnya kami menuju tujuan utama yaitu Resort World Sentosa, kasino yang baru-baru ini dibuka di Singapura. Di dalam kompleks Resort World Sentosa kami berfoto-foto ria dari ujung ke ujung, dari patung The Thinker sampai Universal Studio. Sayangnya kami tidak bisa masuk ke Universal Studio karna tiket untuk hari itu sudah habis terjual.

 

US1US2US3

 

 

 

 

 

US4US5

US6

 

 

 

 

 

 

Kami akhirnya menuju ke lantai bawah dimana kasino itu berada. Hanya 2 jam saja di dalam kasino, selanjutnya di luar kasino kami berfoto-foto lagi, berkenalan dengan 2 cewek sexy dan foto bareng, minta foto dengan 3 entertainer yang memakai baju aneh didepan gawang bola buatan.

Perjalanan kami berakhir malam itu di Pulau Sentosa dan kembali ke tempat akomodasi untuk makan malam, ehhh... cuma pop mie aja hahaha karena rencana kami adalah makan malam di Clarke Quay. Setelah istirahat, makan mie, mandi, kami berangkat menuju Boat Quay. Sepanjang lorong di Boat Quay hanya terdapat restaurant dan bar, kami lanjutkan menuju Clarke Quay yang lebih wah lagi. Berhenti sebentar dan duduk dipinggir sungai untuk menyaksikan The Reverse Bungy dan Giant Swing. The Reverse Bungy adalah permainan dimana 2-3 orang duduk di kursi yang terikat tali bungy (seperti karet bisa mulur), kemudian kursi itu akan ditarik dan dilempar ke langit setinggi ratusan meter dengan cepat. Kursi tersebut akan putar bolak balik diatas langit, coba bayangkan gimana seremnya.

Sedangkan Giant Swing lebih menakutkan lagi dimana sebuah kursi yang bisa diduduki oleh 10 orang akan diangkat ke samping ratusan meter tingginya. Kemudian dari puncak ketinggian itu, kursi akan dilepaskan sehingga seperti dilempar dari samping kiri ke samping kanan. Yang lebih menakutkan adalah penumpang di kursi tersebut menghadap bawah, sehingga seperti jatuh bebas saja.  Kami yang cuma melihat saja sudah ikut takut ketika kursi tersebut dilempar.

 

Dari situ kami memilih makan malam hmmm makan malam jam 10-an di restaurant Thailand, Renn Thai. Setelah makan kami berputar di komplek Clarke Quay yang penuh dengan restaurant, bar dan diskotik. Kami mampir di China One bar untuk sekedar minum saja.

Sebelum pulang kami sempat lagi menyaksikan The Reverse Bungy dari jarak yang dekat dan merasakan betapa takutnya penumpang di kursi itu dari teriakan dan jeritannya. Kami sampai rumah sudah sekitar jam 2 pagi.

 

Di hari terakhir Sdr. Tjen Khiong Lay bermaksud membeli koper kecil karena souvenir-souvenir nya sudah tidak muat di koper mereka semua. Mampir di NTUC Fair Price supermarket, kembali mereka memborong makanan kecil untuk oleh-oleh. Koper yang dicari tidak ada karena kebesaran, akhirnya oleh-oleh mereka isi ke dalam 2 buah dus.

Akhirnya perjalanan mereka berakhir sore itu, setelah mengurus boarding pass di airport Changi mereka langsung menuju ke imigrasi dan ........ shopping mereka belum berakhir. Cerutu, rokok dan minuman bebas pajak sudah jadi incaran mereka. Selamat jalan dan terima kasih buat semuanya, semoga kita bisa berjumpa lagi dalam waktu dekat dan mengulang kegembiraan ini bersama lagi.

 

 

komentar (10)
  • budianto

    no comment ah, ahahaha soalnya gua dicurigai ama ricco ahahah :P :P :P

  • Ricco susandi

    nali..cm ngomong doank. wkt itu ngomong mau sambut tamu. em.....pas da mau nyampe hari H, batang idungnya ga keliatan. :angry: :angry: :angry:
    kita uda balik. br nongol dia. :( :( :(

  • Na Li

    iya ci Lim,,, cewek-cewek tdk ajak. Sbg sponsor aja sdh lupa xixixiii... :kiss: :kiss: :kiss:

  • Felicia Lim

    aiyoyo, kok Feli nggak diajak :unsure:

  • Ricco susandi

    Wo ai ni..., kpn kesgp lg...da keluar blm surat ijinnya. Haha....di sogok aj. :P

  • wo ai ni

    wele..wele..wele..enak yah..jalan2 ke singapura di temani tour leader yg ganteng nan tampan.. :P :P :P dapat cewek cantik lagi tapi hati2 bos...ketauan isteri...telinganya bisa panjang....ha..ha..ha... :evil: :evil: :evil: selamat yah bt teman2 yg udah ke sana tdk lupa juga sy ucapin thanks bt sponsor and tuan rumah yg telah mendukung acara usd ini...jgn kapok2 yah... :woohoo: :woohoo: :woohoo: :P :P :P :P :P

  • budianto

    gak kapoklah gua, malah lebih asyik bisa ketemuan dan becanda B)

  • Hermawan

    Untuk Rommy jangan terima alasan Ricco. S sengaja tuh ga di beliin.......

  • Ricco susandi

    :silly: :) :silly: :D ternyata..incaran di airport sia2, dikarenakan dikejar wkt...cerutu aci ga kebeli..ditambah pesanan romy...ga sempat beli jg. so...seblmnya thank buat SPONSOR dan TOUR GUIDES nya. yg kerjain kita abs2an, disuruh jalan kaki berkilo2 meter, btw..budianto kyknya kapok dech klo terima kita lg dirmhnya...3 hr ga nyapu dan pel, rmh berantakan. :P :P

  • Hermawan

    mantep....keren...,,, keseringan bonyok neh sponsor!!! ha..ha.. :D :D :P :P [/color]

Sorry, hanya member yang bisa memberi komentar!
Last Updated on Sabtu, 26 Juni 2010 13:29