Selain petugas mengatasi banjir bandang dan bisnisman mengatasi masalah bisnisnya akibat banjir bandang Sabtu pagi 17 Juli 2010, muncul cerita lain yang sangat menarik.
Koran harian lokal berbahasa Cina, Lianhe Wanbao dalam artikel utamanya melaporkan bahwa salah satu fotografernya ditangkap dan ditahan oleh polisi selama satu jam sewaktu memfoto banjir Sabtu pagi itu.
Dalam edisi sore, koran tersebut menampilkan foto si fotografer dengan tanda terborgol di pergelangan tangannya dengan judul "Fotografer ditangkap karena mengambil foto ".
Pada halaman 5 dirinci bagaimana fotografer-nya, Mr Wu Qing Shun, ditahan oleh polisi selama satu jam sebelum dilepaskan.
Sekitar pukul 07:00 pagi hari Sabtu itu seorang polisi melihat dia mengambil foto lampu lalu lintas dan kendaraan yang terjebak di sepanjang Upper Bukit Timah Road, salah satu daerah terparah terkena banjir.
Polisi yang sedang bertugas meminta Mr Wu untuk meninggalkan tempat kejadian. Namun, ia memohon pada polisi tsb untuk diperbolehkan mengambil satu foto.
Sebelum dia selesai berbicara, polisi mengeluarkan borgol dan meletakkannya di tangan kanannya. Dia juga mengatakan, ia akan dibawa ke kantor polisi.
Mr Wu kemudian bertanya, "Saya bukan penjahat. Kenapa saya diborgol? "
Polisi kemudian membawanya ke pinggir jalan dan menyuruhnya untuk menunggu polisi penyidik.
Mr Wu baru dibebaskan setelah satu jam.
Seperti termuat di Wanbao, polisi mengatakan bahwa penahanan fotografer tsb demi alasan keamanan karena dikiranya Mr Wu dalam bahaya dan dapat mengalami kecelakaan saat mengambil foto.
Baru setelah banjir mereda dia memperbolehkan si fotografer tsb pergi.